11 Januari 2013

Ketuban Pecah Dini


Janin Dalam Lautan Air Ketuban
KETUBAN PECAH DINI


Ketuban pecah dini merupakan suatu kejadian dimana selaput ketuban robek secara spontan/tiba-tiba pada saat belum ,ada tanda-tanda persalinan dan satu jam kemudian tidak timbul tanda-tanda awal persalinan.

Didalam ruang yang diliputi oleh selaput janin yang terdiri dari lapisan amnion dan korion terdapat likuor amnii (= air ketuban). Volume likuor amnii pada kehamilan cukup bulan kurang lebih 1000-1500 ml; berwarna putih, agak keruh, serta mempunyai bau yang khas, agak amis dan manis. Cairan ini memiliki berat jenis 1,008, dan terdiri atas 98% air. Sisanya terdiri atas garam anorganik serta bahan organik dan bila diperhatikan dengan benar, dapat dilihat adanya rambut lanugo (rambut halus berasal dari bayi), sel-sel epitel, dan verniks kaseosa (lemak yang meliputi kulit bayi). Protein ditemukan rata-rata 2,6% g/liter, sebagian besar sebagai albumin.

Kadang-kadang pada persalinan, warna air ketuban ini menjadi menjadi kehijau-hijauan karena tercampur mekonium (kotoran pertama yang dikeluarkan bayi dan yang mengandung empedu). Berat jenis likuor menurun dengan tuanya kehamilan.


Dari mana likuor ini berasal belum diketahui dengan pasti. Penelitian tentang Likuor amnii terus dilakukan karena diharapkan dengan menjadiakan air ketuban sebagai bahan/sampel, dapat membantu untuk menegakkan diagnosis mengenai kelainan atau keadaan janin, misalnya jenis kelamin janin, golongan darah ABO, janin dalam Rhesus isoimunisasi, apakah janin cukup bulan, adanya macam-macam kelainan genetik, dan lain-lain. Obstetri modern menginginkan deteksi kelainan pada kehamilan sedini mungkin. Untuk membuat diagnosis umumnya dipakai sel-sel yang terdapat di dalam likuor amnii dengan melakukan amniosentesis.

Air ketuban mempunyai fungsi; 1) melindungi janin terhadap trauma dari luar; 2) memungkinkan janin bergerak dengan bebas; 3) melindungi suhu tubuh janin; 4) meratakan tekanan di dalam uterus pada partus, sehingga serviks membuka; dan mempengaruhi keadaan di dalam vagina, sehingga bayi kurang mengalami infeksi.

Penyebab ketuban pecah dini belum diketahui secara pasti, namun ada beberapa faktor resiko yang menyebabkannya, antara lain: InfeksiDefisiensi vitamin cFaktor selaput ketubanHormon, Faktor umur dan paritas, Kehamilan kembar danpolihidramnion, Faktor tingkat sosio-ekonomi, dan faktor-faktor lain.



Kriteria umum yang sering digunakan sebagai skrining terjadinya infeksi pada KPD adalah temperatur tubuh yang bernilai positif bila suhu lebih dari 37,8 C dengan durasi 24 jam atau lebih, nadi lebih atau sama dengan 100 kali per menit, peningkatan WBC, sekresi vagina yang berbau, uterin tendernes, serta kondisi yang berhubungan dengan infeksi intraamniotik.


Pada kasus ketuban pecah dini., ada beberapa komplikasi yang dapat terjadi, antara lain : infeksi intrauterin, tali pusat menumbung, 
kelahiran prematur dan amniotic band syndrome.

seorang ibu hamil dikatakan mengalami suatu ketuban pecah dini apabila kehamilannya berada pada trimester ketiga., Dan penatalaksanaan ketuban pecah dini pada prinsipnya adalah mempertahankan kehamilan hingga ccukup bulan/aterm (>36 minggu).
umur kehamilan >36minggu dijadikan patokan karena diharapkan paru-paru janin sudah cukup matur untuk bertahan hidup diluar kanddungan.

Sebenarnya masih cukup banyak yang bisa saya sampaikan, tp untuk menghemat waktu membaca, saya rasa apa yang saya jabarkan sudah cukup jelas.. 
terima kasih,
semoga tulisan-tulisan saya selanjutnya dapat lebih baik dan lebih bermanfaat lagi., 

Tidak ada komentar :

Posting Komentar